• header
  • header
  • Selamat Datang
  • Selamat Datang PDB
  • Selamat datang Sman

Selamat Datang di Website Resmi SMAN 1 PERHENTIAN RAJA | Terima Kasih Kunjungannya.

Pencarian

Login Member

Username:
Password :

Kontak Kami


SMAN 1 PERHENTIAN RAJA

NPSN : 10494992

Jl. Raya Pekanbaru - Teluk Kuantan Kab. Kampar Riau


info@sman1perhentianraja.sch.id

TLP : 082291127083


          

Banner

Jajak Pendapat

Bagaimana tanggapan anda (siswa) tentang pelaksanaan pembelajaran online
Tidak Menyenangkan
Kurang Menyenangkan
Menyenangkan
  Lihat
Bagaimana Pendapat Anda Mengenai Web Sekolah kami?
Kurang
Cukup
Baik
Sangat Baik
  Lihat

Statistik


Total Hits : 359076
Pengunjung : 89863
Hari ini : 69
Hits hari ini : 678
Member Online : 1
IP : 3.236.145.153
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Status Member

  • TRI OKTAVIANI BR GINTING (Siswa)
    2014-05-20 02:00:08

    Sukses artinya kita hidup dengan sebuah pilihan, tapi untuk bisa stay dengan pilihan itu butuh kecerdasan Dan kekuatan.... itu bisa kita dapatkan den...

Pendidikan Perlu Investasi Jangka Panjang




Pendidikan Perlu Investasi Jangka Panjang

Riset merupakan pemacu kemajuan teknologi. Hal ini perlu didukung kepastian pendanaan jangka panjang untuk mengembangkan ekosistem riset di berbagai bidang.

Pendidikan menjadi faktor penting dalam menopang produktivitas suatu negara. Pendidikan membutuhkan investasi jangka panjang untuk menghasilkan ilmuwan-ilmuwan kredibel yang mumpuni mengembangkan riset sehingga dapat meningkatkan daya saing bangsa.

Ekosistem riset perlu dibangun di berbagai lini, mulai dari perguruan tinggi hingga industri. Oleh karena itu, pengembangan kapital intelektual menjadi faktor krusial, salah satunya lewat pendidikan.

Ketua Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) 2018-2023 Prof Satryo Soemantri Brodjonegoro mengatakan, pemerintah seharusnya melakukan investasi jangka panjang dalam bidang pendidikan, baik tingkat dasar, menengah, maupun tinggi.

”Pendidikan itu suatu investasi, bukan biaya. Jadi, sudah seharusnya berinvestasi di pendidikan untuk mendapatkan orang-orang terbaik untuk negara ini ke depan,” ujarnya dalam seminar daring ”Perlukah Indonesia Memiliki ScientistKetika Tempat Kerja Belum Terbangun”, Rabu (23/8/2023).

Satryo Soemantri Brodjonegoro, Ketua Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia 2018-2023.
KOMPAS/RIZA FATHONI

Satryo Soemantri Brodjonegoro, Ketua Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia 2018-2023.

Kebijakan afirmatif lainnya yang dibutuhkan adalah dengan berinvestasi jangka panjang dalam bidang riset dan pengembangan (research and development/R&D). Selain itu, menghapus regulasi yang menghambat investasi pendidikan dan investasi R&D.

Satryo menuturkan, selama ini banyak pembicaraan tentang Indonesia di tengah jebakan pendapatan menengah (middle income trap). Bahkan, sudah dibahas hal-hal yang harus dikerjakan untuk keluar dari situasi itu.

Baca juga: Indonesia Emas 2045 Perlu Dibarengi Pengembangan Sains Dalam Negeri

”Namun, sampai detik ini belum ada perbaikan. Artinya, kita belum bisa keluar dari pendapatan menengah tersebut,” katanya.

Menurut Satryo, industri Indonesia masih terlalu memprioritaskan komoditas primer. Hal ini memicu pergeseran tenaga kerja dari industri bernilai tambah tinggi ke industri bernilai tambah rendah. Kondisi tersebut menyebabkan perlambatan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) per kapita.

Kebijakan afirmatif lainnya yang dibutuhkan adalah dengan berinvestasi jangka panjang dalam bidang riset dan pengembangan (R&D). Selain itu, menghapus regulasi yang menghambat investasi pendidikan dan investasi R&D.

”Hanya industri manufaktur yang bernilai tambah yang mampu mempercepat pertumbuhan PDB per kapita. Karena terjadi kelangkaan produk manufaktur yang dibutuhkan masyarakat, terjadilah peningkatan impor yang signifikan,” jelasnya.

Satryo menyebutkan, pengembangan kapital intelektual akan mendongkrak nilai tambah. Riset dan pengembangan merupakan dasar kekuatan dari industri manufaktur berbasis pengetahuan atau knowledge based manufacturing industry.

”Untuk itu dibutuhkan para ahli berbagai bidang untuk mewujudkannya. Para ahli tersebut dipersiapkan lembaga perguruan tinggi yang kredibel dan bereputasi,” ujarnya.

Bagi perguruan tinggi, tenaga ahli R&D diperlukan untuk memutakhirkan keilmuan serta didiseminasikan kepada dosen dan mahasiswa sekaligus untuk memastikan pendidikan yang diberikan sesuai dengan tuntutan dan perkembangan zaman. Sementara bagi industri untuk mengembangkan produknya agar bernilai tambah dan punya daya saing lebih tinggi.

Aktivitas peneliti di Laboratorium Genomik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Kawasan Sains dan Teknologi (KST) Soekarno, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Rabu (5/7/2023).
KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA

Aktivitas peneliti di Laboratorium Genomik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Kawasan Sains dan Teknologi (KST) Soekarno, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Rabu (5/7/2023).

Adapun di lembaga riset, para ilmuwan melakukan riset dasar yang akan digunakan untuk mengembangkan R&D di perguruan tinggi dan industri. Biasanya riset dasar memerlukan biaya dan infrastruktur yang masif serta periset ahli yang kompeten dalam jumlah besar.

Satryo menambahkan, produk dan metode baru tidak muncul sendiri, tetapi dari prinsip dan konsep baru yang diperoleh dari riset dasar yang intensif dan berkepanjangan. Menurut dia, riset dasar merupakan pemacu kemajuan teknologi.

”Riset dasar mampu menyejahterakan masyarakat jika didukung kepastian pendanaan jangka panjang yang fleksibel. Riset dasar mutu tinggi dilakukan dengan mengedepankan integritas, obyektivitas, keterbukaan, kejujuran, keadilan, dan akuntabilitas,” jelasnya.




Share This Post To :

Kembali ke Atas

Artikel Lainnya :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas :

Nama :

E-mail :

Komentar :

          

Kode :


 

Komentar :


   Kembali ke Atas